Lebih lanjut, Camat menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dalam mempersiapkan generasi muda yang siap kerja dan berdaya saing tinggi. “Dengan adanya pelatihan mobile training unit seperti ini, kita dapat menjangkau lebih banyak siswa dan memberikan mereka kesempatan untuk belajar dari para profesional di bidangnya. Hal ini tentu akan membantu mereka untuk lebih siap menghadapi dunia kerja di masa depan,” tambahnya.
Dengan hadirnya Mobile Training Unit ini, diharapkan akan tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga terampil dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Baktiya Fahrurriza, ST.,M.S.M menyebutkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh siswa kelas 11 dan 12 dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Teknik Las. “Ada 30 siswa yang mengikuti training ini, masing-masing kompetensi keahlian diwakili oleh 10 siswa. Karena ada tiga kompetensi, maka jumlah keseluruhan peserta adalah 30 siswa,” ungkapnya.
“Pelatihan ini akan berlangsung selama lebih kurang 12 hari, dimulai dari tanggal 25 Juli hingga 6 Agustus 2024. “MTU III ini akan mengajarkan siswa SMK Negeri 1 Baktiya selama lebih kurang 12 hari,” ujarnya.





