Ia menambahkan, madrasah yang dipimpinnya berkomitmen melahirkan alumni yang tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia industri dan usaha (IDUKA). “Kami ingin anak-anak kami mampu berkarya, baik di dunia kerja formal maupun usaha mandiri yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.
Dalam arahannya, Dr. Anis Maskur, MA menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia industri dalam membangun kualitas lulusan madrasah keterampilan. Menurutnya, link and match antara madrasah dengan dunia usaha dan industri harus terus diperkuat agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang dibutuhkan pasar kerja.

“Keterampilan yang diajarkan di madrasah harus benar-benar relevan dengan kebutuhan zaman. Kita tidak boleh berhenti pada kritik, tetapi harus bersama-sama mencari solusi untuk menyiapkan generasi yang unggul. Itu tanggung jawab kita sebagai pendidik,” ungkap Anis Maskur.
Ia juga mengapresiasi berbagai program keterampilan yang telah dikembangkan di MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan, seperti teknik otomotif, listrik, pengelasan, tata boga, tata busana, hingga pemasaran. Program tersebut, katanya, menjadi bekal penting bagi siswa untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.




