ACEH TIMUR | MA – Ironis, di tengah derasnya aliran anggaran pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Seuneubok Teungoh, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, masih harus belajar di lantai tanpa alas. Para siswa, khususnya kelas I dan II, menjalani proses belajar mengajar dengan posisi tiarap dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB. Akibatnya, banyak siswa mengeluhkan rasa sakit di bagian pinggang dan punggung karena terlalu lama menulis dalam posisi tersebut.
Pantauan media pada Jum’at (16/05/2025) memperlihatkan kondisi memilukan itu. Ruang kelas minim fasilitas, meja dan kursi tidak tersedia atau sudah rusak berat, sementara pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan Aceh Timur. Sayangnya, belum ada tindakan konkret dari pemerintah daerah.
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, laporan telah disampaikan sejak lama, namun hingga kini belum juga mendapat tanggapan. “Sudah beberapa kali kepala dinas berganti, tetapi tidak ada langkah nyata. Siswa kami terus belajar di lantai dan mulai merasakan dampaknya secara fisik,” ujarnya.
Kondisi sekolah yang juga rawan banjir menambah kompleksitas masalah. Proses belajar menjadi terhambat, ruang kelas bergantian digunakan antar kelas, bahkan hanya dibersihkan seadanya tanpa perhatian pada kesehatan siswa.



