Sabang (ADC) – Pada Kamis malam seluruh Masjid dan Mushalla di Sabang, melaksanakan shalat gerhana atau shalat khusuf sebagai tanda untuk menjauhi diri dari bencana.
Pantauan wartawan Atjeh Daily di Sabang, seluruh Masjid dan Mushalla yang ada di pulau Weh Sabang baik usai shalat Maghrib maupun Isya umat Islam melakukan shalat berjamaah di masjid daerahnya masing-masing.
Di Masjid Agung Babussalam kota Sabang, jamaah melaksanakan shalat khusuf itu usai shalat Maghrib, sementara ada sebagian Masjid dan Mushalla lainnya melakukan usai shalat Isya.
Ustadz Dedi Bhukari, Imam Masjid Baiturrahim Gampong Kuta Timu Kecamatan Sukakarya Sabang, dalam ceramahnya usai shalat Isya dan Khusuf, menyampaikan gerhana itu merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi pada saat-saat tertentu.
Namun, fenomena ini jangan dijadikan sebagai objek wisata atau sebagai sebuah kemenangan yang disambut dengan gembira dan hura-hura. Tetapi harus disambut dengan doa yaitu, dengan melaksanakan shalat khusuf atau shalat gerhana.
Secara ilmiah disebut bahwa gerhana kali ini sebagai gerhana bulan total, karena gabungan tiga peristiwa yaitu “Super Blue Blood Moon”. Tetapi, yang sesungguhnya gerhana itu merupakan pertanda bala bagi manusia., kata Ustadz Dedi.
Bahkan tambah Ustadz Dedi, dijaman Rasulullah ketika gerhana terjadi sahabat Rasulullah takut dan guncang jiwanya. Maka, Rasulullah meminta kepada umat Islam, untuk melaksanakan shalat gerhana atau yang disebut shalat khusuf., tutupnya.(Jalal)




