Sementara, perwakilan Dinas Kesehatan Aceh sekaligus narasumber pelatihan, Lisna Andria, SKM, MKM, mengatakan, Angka kematian balita masih terjadi di Aceh, dimana merupakan salah satu indikator RPJMN 2020-2024.
“Angka kematian balita dapat dicegah jika MTBS ini dilakukan dengan optimal di puskesmas. Besar harapan melalui pelatihan ini dapat merefresh pengetahuan dan kemampuan tenaga medis di Pidie Jaya sehingga dapat optimal melakukan tata laksana balita sakit dengan pendekatan MTBS agar berdampak pada pencegahan kematian bayi dan balita di Pidie Jaya,” paparnya.
Mewakili UNICEF Aceh, dr Tira Aswitama menegaskan komitmen UNICEF sebagai Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memiliki mandat untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan dan kesehatan anak di Aceh.
“UNICEF tidak asing lagi di Aceh, dukungan UNICEF untuk Aceh telah berlangsung sejak lama. Untuk siklus tahun 2021-2025, sektor yang didukung yaitu pada bidang kesehatan, nutrisi, air sanitasi, perlindungan anak, dan kebijakan sosial,”.
Sambungnya, untuk Pidie Jaya fokus komitmen untuk nutrisi, Kesehatan ibu anak dan imunisasi untuk kurun waktu 2022 – 2023. Pidie Jaya sebagai salah satu lokus stunting tahun 2022 yang di tetapkan oleh Nasional, sehingga dukungan UNICEF sejalan dengan prioritas pemerintah, karena MTBS selain bertujuan menurunkan kematian bayi balita, juga merupakan salah satu intervensi dalam penanggulanan stunting.





