Ia menilai kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Aceh menjadi momentum penting untuk memastikan pemerintah pusat melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mempercepat dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi daerah terdampak.
“Kehadiran Bapak Menteri menjadi harapan bagi masyarakat agar penanganan pascabencana tidak hanya sebatas peninjauan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak dan pemulihan kehidupan masyarakat,” katanya.
Sebagai pimpinan DPRA yang berasal dari daerah pemilihan Aceh Tengah dan Bener Meriah, Salihin menegaskan akan terus mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Baginya, percepatan pemulihan infrastruktur merupakan kebutuhan mendesak agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak dan kehidupan warga segera pulih.
“Perjuangan kami tidak berhenti pada Jembatan Enang-Enang. Yang kami perjuangkan adalah seluruh kerusakan akibat bencana hidrometeorologi, khususnya di Aceh Tengah dan Bener Meriah, serta daerah-daerah lain di Aceh yang turut terdampak. Kami ingin pemerintah pusat hadir dengan langkah nyata agar masyarakat segera bangkit dan kembali beraktivitas secara normal. Insya Allah, aspirasi ini akan terus kami kawal hingga membuahkan hasil,” pungkas Salihin.(R)




