Saat Mangrove dan Kepiting Menjadi Harapan Baru Nelayan Aceh Utara

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Program yang dilaksanakan melalui Kelompok Kepiting Desa Unggul dan Reboisasi (Kenduri) itu bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung alami kawasan pantai dari abrasi, intrusi air laut, dan dampak perubahan iklim.

Selain itu, hutan mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota pesisir, termasuk kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

BACA JUGA...  Bupati Armia Pahmi Harapkan PW HUDA Menjadi Garda Terdepan Pembentukan Masyarakat Madani di Aceh Tamiang

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara, Samsul Rizal, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin antara masyarakat dan PHE NSO dalam menjaga kawasan pesisir.

“Mangrove merupakan habitat alami bagi kepiting bakau. Karena itu, pelestarian mangrove menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan budidaya kepiting. Kami berharap ekosistem mangrove di kawasan pesisir Seunuddon terus terjaga sehingga mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Samsul Rizal.

Menurutnya, keberhasilan menjaga kawasan mangrove akan berdampak langsung terhadap keberlanjutan sumber daya pesisir yang menjadi tumpuan hidup masyarakat nelayan.

BACA JUGA...  Status Tanggap Darurat Diperpanjang 90 Hari

Sementara itu, Manager Community Involvement Development Regional 1 PHE, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kepiting bakau memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” kata Iwan Ridwan Faizal.

Ia menjelaskan, apabila ekosistem pesisir tetap terjaga, masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan ikan di laut, tetapi juga memiliki alternatif sumber pendapatan melalui budidaya kepiting bakau yang bernilai jual tinggi.

BACA JUGA...  Di Balik Dentuman Senjata, Menjaga Ketangkasan dan Jiwa Prajurit Lilawangsa

Berita Terkait

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI
Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya
Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan
Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong
Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional
Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:50 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:42 WIB