Rokok Ilegal Hadir di Tamiang

  • Bagikan

 196 total views,  1 views today

Kedua produk rokok filter tersebut dikabarkan berasal dari negeri jiran, peminatnya luar biasa banyak. “Disamping harganya murah, juga rasanya tak kalah dengan rokok bermerek lain yang beredar di Indonesia,” Kata Marda 58 tahun penikmat rokok ilegal mengakui.

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Masyarakat Aceh Tamiang, Aceh. Saat ini banyak beralih mengkonsumsi Rokok Ilegal (Tanpa Bandrol Cukai), yang masuk kewilayah hukum Aceh.

Rokok Luffman dan Luckyman filter ilegal tanpa cukai beredar di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Peralihan tersebut sangat beralasan, mengingat disamping harganya sangat terjangkau, rasa juga mampu bersaing dengan rokok bermerek lainnya.

Katakan seperti produk rokok filter ilegal Luffman dan Lackyman cuma dibandrol Rp10 ribu rupiah saja perbungkus, isi 20 batang.

Kedua produk rokok filter tersebut dikabarkan berasal dari negeri jiran, peminatnya luar biasa banyak. “Disamping harganya murah, juga rasanya tak kalah dengan rokok bermerek lain yang beredar di Indonesia,” Kata Marda 58 tahun penikmat rokok ilegal mengakui.

Marda selalu beli rokok Luffman karena harganya jauh lebih murah dari rokok yang berbandrol cukai.

Pria paruh baya itu menuturkan, selain harganya terjangkau, rokok diduga illegal ini pun gampang dicari. Bahkan sudah masuk ke kampung-kampung dan perkebunan.

“Banyak kok dijual di kedai-kedai, di Pajak Kota Kuala Simpang dan Karang Baru, banyak,” ujarnya.

Dia mengaku sudah menjadi penikmat rokok Luffman sejak tiga bulan terakhir. Namun menurutnya rokok asal luar negeri tersebut sudah beredar sejak dua tahun lalu. “Rokoknya ada dua jenis, merah dan putih. Tapi yang putih agak keras, saya suka Luffman yang merah,” ucapnya.

Informasi beredar, rokok Luffman diduga diselundupkan dari jalur tikus di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Tamiang. Secara geografis, garis pantai kabupaten ujung timur Aceh ini memang berbatasan dengan laut Selat Malaka. Sehingga sangat rawan barang-barang dari luar negeri masuk ke Aceh Tamiang melalui jalur laut.

Dari catatan mediaaceh.co.id, sejumlah aksi penyelundupan juga pernah terjadi di pesisir Kecamatan Seruway dan Bendahara, Aceh Tamiang. Dermaga tidak resmi sering dijadikan tempat bongkar muat barang-barang ilegal seperti, rokok, ayam siam Bangkok, bunga anggrek, bawang merah bahkan narkoba jenis sabu-sabu juga pernah diamankan oleh aparat berwenang.

Perairan Aceh Tamiang juga pernah dicap oleh BNN pusat sebagai zona merah salah satu pintu masuk peredaran sabu-sabu jaringan Internasional. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...