Revitalisasi Pekan Peunayong: Antara Impian dan Kenyataan

Sabtu, 29 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Usman Lamreung.

Usman Lamreung.

BANDA ACEH (MA) – Revitalisasi Pekan Peunayong yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh tampaknya menjadi produk gagal, kata Usman Lamreung lewat siaran persnya, Sabtu, (29/6).

Ia menyebutkan, pengalihan fungsi dari pasar Peunayong menjadi Kota Tua, pusat kuliner, dan taman kota masih hanya sebatas impian dan harapan. “Saat ini, Peunayong berubah menjadi kota mati. Kota Tua menjadi slogan dan program penataan Pemko terlupakan, tidak selesai, terbengkalai, dan jorok,” ungkapnya.

BACA JUGA...  JIMI Dukung Referendum Aceh

“Slogan kota tua hanya menjadi hasrat penguasa, namun tak becus dilakukan penataan. Padahal, jika penataan Peunayong benar-benar serius akan berdampak besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bisa menjadi ikon kota Banda Aceh sebagai titik nol sejarah Kota Tua Banda Aceh,” ujar Usman Lamreung selaku pengamat.

Lanjutnya, Relokasi pasar dan penataan Peunayong menjadi Kota Tua dan pusat kuliner adalah produk gagal dan telah menyebabkan kawasan tersebut menjadi kota mati.

BACA JUGA...  AJI dan Flower Aceh Gelar Pelatihan Indept Reporting

Dulu, kata Usman Lamreung, Peunayong didesain Belanda sebagai Chinezen Kamp (tenda) atau Pecinan. Peunayong dihuni oleh warga Cina dari suku Khe, Tio Chiu, Kong Hu, Hokkian, dan etnis lainnya.

Kawasan tersebut, sebutnya, menjadi pusat perdagangan yang cukup menonjol. Berdagang merupakan mata pencaharian utama suku Cina, yang umumnya tumbuh di lingkungan pusat bisnis.

BACA JUGA...  Pasca Pemilu, DPD II Partai Golkar Aceh Tengah Kumpulkan Seluruh Pengurus, Ada Apa?

Berita Terkait

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC
Muhammad Zairin Tawarkan DKP PWI Aceh yang Independen dan Berkeadilan
Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 
PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 
Pengurus PWI Sulsel Dilantik, Cek Munir: Pers Tak Akan Mati, Jurnalistik Akurat Tetap Utama
DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi
Organisasi Pers Dukung Nasir Nurdin Maju Ketua PWI Aceh Periode 2026-2031
Bang Ijeck Dipercaya Jadi Sekjen MPN, Anto Genk: Selamat

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Muhammad Zairin Tawarkan DKP PWI Aceh yang Independen dan Berkeadilan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:11 WIB

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pengurus PWI Sulsel Dilantik, Cek Munir: Pers Tak Akan Mati, Jurnalistik Akurat Tetap Utama

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB