Proyek DAK Rp12,5 M Tuntas, Labkesmas Bener Meriah Tinggal Tunggu Alkes dari Kemenkes

Gedung Labkesmas Bener Meriah.

Meski demikian, sejumlah kekurangan masih ditemukan pada proyek ini. Di antaranya adalah kondisi halaman yang tergenang air saat hujan, serta beberapa sarana pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan ketersediaan air bersih yang belum optimal. Temuan tersebut juga telah menjadi perhatian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Inspektorat.

BACA JUGA...  Tiga Warga Digigit Anjing, Distanpang Respon Cepat 

Perbaikan terhadap kekurangan tersebut diharapkan dapat segera dilakukan oleh pihak rekanan sebelum proses serah terima kepada pemerintah daerah. Apalagi, proyek ini masih berada dalam masa pemeliharaan dengan jangka waktu 180 hari.

Kendati masih terdapat sejumlah catatan teknis, bangunan Labkesmas ini dinilai berpotensi segera beroperasi, terutama setelah pengadaan alat kesehatan (alkes) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terealisasi.

BACA JUGA...  Pemkab Bener Meriah Raih Penghargaan Prestisius dari BKKBN

Pengamat sosial Bener Meriah, Drs. Suwandris Zetha, menyampaikan apresiasi atas berdirinya fasilitas tersebut. Ia mengaku sejak awal pembangunan turut memantau progres proyek secara langsung.

“Saya sering meninjau ke lokasi, bahkan masuk dari satu ruangan ke ruangan lain. Karena banyaknya ruangan, saya sampai hampir lupa jalan keluar,” ujarnya.

Zetha berharap pemerintah daerah dapat segera mengoperasionalkan gedung tersebut setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Menurutnya, keberadaan Labkesmas tidak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.