Prof. Apridar: Ini Buah Keberanian dan Konsistensi Pemerintahan SBY

Minggu, 15 Agustus 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh (MA) – Perdamaian Aceh melalui Nota Kesepahaman Helsinki (2005) merupakan tonggak sejarah yang mengubah ‘image’ dunia terhadap Indonesia. Inilah kemudian yang menjadikan Aceh sebagai Laboratorium Perdamaian Dunia, kata Prof.Dr.H.Apridar,SE,.MSi, Minggu 15 Agustus 2021.

Ia menyebutkan, Proses perdamaian yang terjadi di Aceh, tidak terlepas dari keberanian pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menyikapi peluang yang muncul paska Tsunami di Aceh (2004) silam.

Sebagai Panglima Tertinggi TNI, lanjutnya Apridar, Presiden SBY dengan teguh dan konsisten mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Beliau berani meninggalkan pendekatan keamanan dalam melihat serta menyelesaikan konflik bersenjata di Aceh.

BACA JUGA...  PT PLN Bantu Siswa SMP 5 Kota Sabang

Solusi damai memang cara yang paling tepat dalam menyelesaikan masalah Aceh. Pendekatan keamanan yang cenderung represif harus ditinggalkan, karena selalu gagal menyelesaikan konflik yang sudah berlangsung lebih dari tiga dekade. Bahkan pendekatan represif lah yang sejatinya selalu menimbulkan masalah baru di Aceh, ujarnya mantan Rektor Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, periode 2010-2014 dan 2014-2018 ini.

BACA JUGA...  Dua Belas Organisasi Profesi Minta Bupati Singkirkan Mahyuddin Kubat

“Sikap dan cara pandang beliau ini yang mempermudah proses perdamaian di Aceh, meskipun Presiden SBY merupakan Jenderal TNI Purnawirawan. Tak dapat kita bayangkan jika pada saat itu kita tidak dipimpin oleh kepala negara yang humanis, Presiden yang mengedepankan diplomasi dan cara-cara damai. Beliau adalah contoh nyata keselarasan antara perkataan dan perbuatan,” sebut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh ini.

BACA JUGA...  FAKOSA Kembali Mengharumkan Kota Sabang Ditingkat Nasional

Oleh karenanya, “tugas kita saat ini untuk melanjutkan estafet, menjaga, merawat, dan mengisi perdamaian dengan pembangunan dan kontribusi nyata. Ingat, perdamaian ini diraih dengan susah payah, jadi janganlah terlalu mudah dilepas dan disia-siakan,” terangnya Apridar.

Perdamaian ini merupakan anugerah dan Nikmat dari Allah SWT, melalui tangan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Perdamaian Dunia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan jajaran pemerintahannya, pungkasnya Prof. Dr. H. Apridar, SE. MSi. (Rls).

Berita Terkait

Salat Jumat, AKBP T. Ricki Fadlianshah: Situasi Kondusif, Pergerakan Ekonomi Dinamis 
Besok, 1000 Anak Yatim Disantuni Wagub Aceh di Masjid Besar Quba
Kapolres Aceh Tengah Ajak Warga Jaga Alam dan Hindari Riba
TNI AL dan Mubadala Energy Hadir untuk Warga
HUT ke-81 TNI, Warga Terima Bantuan
PAUD-HI Perkuat Edukasi Keselamatan Anak
Tajaga Adat, Tapeukong Syariat, Pesan Kuat di Balik 800 Tahun Samudera Pasai
Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:13 WIB

Salat Jumat, AKBP T. Ricki Fadlianshah: Situasi Kondusif, Pergerakan Ekonomi Dinamis 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Besok, 1000 Anak Yatim Disantuni Wagub Aceh di Masjid Besar Quba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Kapolres Aceh Tengah Ajak Warga Jaga Alam dan Hindari Riba

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:04 WIB

TNI AL dan Mubadala Energy Hadir untuk Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

HUT ke-81 TNI, Warga Terima Bantuan

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB