Prodi Manajemen Rekayasa FTID ITEBA dirancang untuk menjawab tantangan industri, khususnya di sektor konstruksi dan manufaktur.
Dengan kombinasi disiplin teknik dan manajemen, prodi ini mencetak lulusan yang tak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial mumpuni.
Menurut Aulia Agung, salah satu tantangan utama di industri konstruksi adalah kurangnya tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Hal ini sering kali memperlambat penyelesaian proyek.
“Manajemen Rekayasa hadir sebagai solusi, mencetak lulusan yang mampu mengelola proyek secara efektif dan efisien, dengan pendekatan manajerial yang strategis,” imbuhnya.
Manajer teknik, lanjutnya, memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan produktivitas tim dan keberhasilan proyek.
Sayangnya, industri kerap dihadapkan pada kekurangan tenaga profesional, lemahnya sistem manajemen, dan pengawasan proyek yang belum optimal.
Dengan pendekatan berbasis keseimbangan antara keahlian teknis dan manajerial, Prodi Manajemen Rekayasa berupaya menjawab kebutuhan industri sekaligus mempersiapkan lulusan yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun global.
Tonggak Baru Pendidikan di Kepulauan Riau
Pencapaian akreditasi “Baik Sekali” ini menjadi tonggak penting bagi ITEBA dalam melanjutkan perannya sebagai institusi pendidikan unggulan di Kepulauan Riau.





