Kesalahan dari lemparan ke dalam menyebabkan tim asuhan Pelatih Kim Sang Sik kebobolan gol, sebelum Dinh Bac dan Xuan Bac merespons dengan serangan udara yang efektif untuk membalikkan keadaan. Kemenangan itu merupakan batu loncatan penting bagi Vietnam menuju kejuaraan, tetapi juga peringatan yang jelas tentang sifat tangguh lawan mereka.
Kekuatan terbesar tim U22 Filipina di SEA Games 33 terletak pada pertahanan mereka yang solid, yang memiliki banyak pemain tinggi dan berdarah campuran. Kiper kelahiran Brasil, Nicholas Guimarães, berada dalam performa yang sangat baik, memainkan peran utama dalam membantu timnya menjadi satu-satunya tim yang mencatatkan clean sheet setelah babak penyisihan grup.
Mengingat Vietnam U22 kebobolan satu gol melawan Laos U22, lini serang tim asuhan Pelatih Kim Sang Sik jelas akan menghadapi tantangan yang signifikan.
Namun, mempertimbangkan sejarah pertemuan dan pengalaman mereka di pertandingan besar, Vietnam U22 masih dianggap sebagai tim yang lebih kuat. Terutama, dalam tiga pertemuan terakhir, Vietnam menang dua kali dan seri satu kali.
Lebih penting lagi, Filipina U22 belum pernah melaju lebih jauh dari babak penyisihan grup sebelumnya, dan mencapai semifinal kali ini menunjukkan kemajuan, tetapi juga menempatkan mereka di bawah tekanan terbesar sejak awal turnamen. Dengan pengalaman dan kedalaman skuad, Vietnam U22 masih memiliki banyak keunggulan, tetapi ini menjanjikan pertandingan semifinal yang sulit yang membutuhkan konsentrasi maksimal jika mereka ingin mencapai final.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















