Pertandingan melawan U-23 Bangladesh bukan sekadar perebutan 3 poin. Dalam pertandingan ini, tim U-23 Vietnam juga mengincar kemenangan besar untuk menciptakan keunggulan selisih gol, jika mereka bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya dengan U-23 Yaman. Setelah berada di posisi kedua, memiliki sub-indeks yang baik tentu akan sangat membantu tim merah dalam persaingan dengan tim-tim peringkat kedua lainnya.
Dibandingkan dengan skuad ‘siap tempur’ yang saat ini dimiliki oleh Bapak Kim Sang Sik, kekuatan yang dimiliki U-23 Bangladesh saat ini kurang dihargai. Nama yang paling menonjol mungkin adalah gelandang Cuba Mitchell – pemain dengan tiga garis keturunan Inggris, Jamaika, dan Bangladesh.
Namun, secara umum, skuad mereka masih kurang mendalam dan kurang berpengalaman dalam kompetisi internasional. Performa Bangladesh U23 sedang kurang baik, belum pernah menang dalam 5 pertandingan terakhir (1 seri, 4 kalah), mencetak 2 gol, dan kebobolan 7 gol.
Dengan kelemahan besar di lini pertahanan, inilah titik lemah Bangladesh U23 yang dapat dimanfaatkan Vietnam U23. Dua kekalahan persahabatan melawan Bahrain U23 dengan skor 0-1 dan 2-4 menunjukkan kurangnya kepercayaan diri mereka dalam bertahan. Meskipun pelatih kepala menyatakan akan bermain ofensif, kemungkinan besar mereka akan fokus bertahan dengan formasi yang lebih banyak dan menunggu peluang serangan balik.




