Gol Samaké berawal dari kesalahan umpan di sisi kanan permainan Indonesia. Kemudian gol Haidara juga bermula dari aksi sapuan pemain belakang Indonesia yang tidak sempurna.
Sedangkan dari sisi ofensif, Timnas U23 sejatinya bukan tanpa peluang. Ada beberapa kans mencetak gol dari Dony Tri Pamungkas, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan Mauro Zijlstra, tapi semua berakhir mentah.
“Saya rasa kami bisa mencetak 3 gol yang seharusnya tidak terbuang. Tapi secara keseluruhan, saya rasa ini pertandingan yang bagus,” kata Ivar Jenner, yang didapuk sebagai kapten tim di laga leg 1.
Dari sisi permainan, Timnas U23 Indonesia cukup bisa mengimbangi Mali. Kehadiran sejumlah pemain kunci seperti Jenner, Struick, dan Zijlstra, dapat mendongkrak performa pemain lain. Terutama Jenner yang bermain apik menjaga lini tengah Garuda Muda.
Lebih lanjut, Jenner menegaskan bahwa mereka harus bisa mencetak gol di laga berikutnya. Karena tanpa gol, mustahil tim bisa memenangi pertarungan di lapangan.
“Saya rasa permainan kami tidak buruk. Kami bisa saja menciptakan beberapa peluang bagus. Langkah berikutnya adalah mencetak gol,” imbuh pemain FC Utrecht itu, dikutip dari AntaraNews.
Sementara itu, Fousseni Diawara selaku pelatih Mali memberi sanjungan terhadap permainan Indonesia di leg 1. Walau kalah, Diawara yang punya 53 caps bersama Timnas Mali saat masih menjadi pemain, mengatakan permainan Indonesia U23 tidak buruk. Timnya cukup kewalahan meladeni tekanan Indonesia.




