Namun demikian, baru pada menit ke-88 sang juara bertahan berhasil mematahkan pertahanan Bournemouth lagi, dan pelatih kepala Andoni Iraola dapat merenungkan banyak aspek positif dari penampilan timnya, terutama kemampuan serangan balik mereka yang mematikan.
Namun, kembalinya ke Stadion Vitality bukanlah kembalinya kenyamanan kandang bagi tuan rumah; mereka hanya memenangkan dua dari delapan pertandingan Liga Primer terakhir mereka di kandang yang familiar pada musim 2024-25, kalah lima kali, dan bermain imbang sekali dengan Manchester United.
Performa gemilang The Cherries di awal musim memang patut dibanggakan, mengingat Bournemouth berhasil menghindari kekalahan di laga kandang pertama mereka di lima musim terakhir di kasta tertinggi, setelah sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun dari tahun 2015 hingga 2017.
Bournemouth sempat mengancam akan membalikkan keadaan setelah tertinggal 2-0 di kandang sang juara bertahan, sementara Wolves justru tak mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal 2-0 di kandang sendiri. Wolves pun meraih kemenangan gemilang di pekan pembuka.
Gol-gol Erling Haaland di pekan pertama, ditambah gol-gol debut dari Tijjani Reijnders dan Rayan Cherki, membawa Man City menang telak 4-0 atas pasukan Vitor Pereira, yang kini sudah kokoh di puncak klasemen Liga Primer setelah satu pertandingan.




