Persija masih punya waktu untuk berbenah. Upaya Macan Kemayoran untuk menemukan momentum sejatinya relatif terbuka, pasalnya mereka masih diperkuat para pilar kunci musim lalu.
Pelatih Persija, Carlos Pena, hanya perlu mengaktifkan kembali kekompakan tim. Pena meyakini momentum kebangkitan bakal segera didapat Persija. Di samping hasil, Pena menyatakan bahwa Persija ingin menjadikan Piala Presiden sebagai pembelajaran, sebelum kompetisi resmi Liga 1 2024/2025.
“Kami memang masih dalam proses untuk membangun tim ini. Jika kami ingin sukses dalam kompetisi, maka kami tidak hanya bisa mengandalkan 11 atau 13 pemain, kami butuh semua pemain,” kata juru taktik asal Spanyol tersebut, dikutip dari laman Piala Presiden.
Jika Persija butuh waktu, maka lain halnya dengan Borneo Samarinda yang terbilang sudah kompak dengan pelatih musim lalu, Pieter Huistra. Terbukti Pesut Etam bermain baik saat unggul atas Persib Bandung 1-0, dan Persis Solo 2-0.
Satu-satunya Borneo gagal meraih kemenangan dan kebobolan adalah saat ditahan imbang PSM Makassar, dengan skor 1-1. Rekor hanya 1 kali kebobolan, menjadikan Borneo sebagai tim paling solid di barisan belakang.
Hanya saja, Borneo kerap kesulitan mempertahankan tren positif. Hal itu terjadi ketika Liga 1 2023/2024 lalu. Pesut Etam tampil tangguh di fase Regular Series. Tapi mereka lantas babak-belur di fase Championship Series.




