Uniknya, gelar terakhir dan satu-satunya trofi Piala Presiden milik Persija juga diperoleh lewat kemenangan semifinal yang berlangsung di Stadion Manahan. Mampukah Macan Kemayoran kembali ke final, atau justru Borneo yang bisa mempertahankan momentum positif mereka?
Misi Persija Jakarta untuk ke final Piala Presiden 2024, diprediksi bakal mendapat tantangan sulit. Pasalnya situasi saat ini telah berubah jika dibanding semifinal di Stadion Manahan, Solo, pada 2018 silam.
Sang ujung tombak, Marco Simic, pada 2018 berhasil mencetak 4 gol dalam 2 leg semifinal, termasuk 1 di antaranya merupakan hattrick. Sebelum itu, Simic juga membukukan brace ketika perempat final 2018. Sementara pada edisi 2024 ini, penyerang asal Kroasia itu sama sekali belum mencetak gol.
Tidak hanya Simic, performa keseluruhan Persija belum bisa dibilang meyakinkan. Macan Kemayoran meraih 4 poin di fase grup, hasil dari 1 menang, 1 imbang, dan 1 kalah. Semua laga dilalui dengan tidak mudah.
Persija tertinggal lebih dulu saat menaklukkan Madura 2-1. Serta mesti susah payah melakukan comeback 2-2 kontra Arema, setelah Macan Kemayoran tertinggal 0-2 terlebih dulu.
Kepayahan Persija makin terlihat saat laga terbaru tumbang 0-3 dari Bali United. Meski laga tersebut tak menentukan, kalah dengan skor besar tentu jadi noda bagi Persija. Sejauh ini Persija kebobolan 6 kali, bahkan jadi tim paling rapuh di antara semifinalis lain.




