Dalam kesempatan itu, Armia turut memberikan pesan moral dan motivasi kepada para calon aparatur sipil negara tersebut.
Ia menekankan pentingnya menjadi abdi negara yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap dinamika perubahan.
“Jadilah abdi negara yang petarung. Jaga marwah daerah, negara, dan bangsa. Jadilah pemimpin yang lincah serta kolaboratif,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri dan Rektor IPDN atas dukungan penuh terhadap Aceh Tamiang.
Menurutnya, sinergi antar lembaga menjadi kunci percepatan pemulihan daerah.
720 PRAJA DAN 120 PENGASUH DIKERAHKAN
KEPALA Satuan Tugas IPDN Pemulihan Bencana Aceh Tamiang, Ulung Sampurna Jaya, melaporkan bahwa sebanyak 720 praja, ditambah 120 pengasuh, dikerahkan untuk membantu masyarakat.
Mereka terlibat dalam pembersihan lumpur di kawasan perkantoran, sekolah, serta permukiman warga. Pengerahan dilakukan secara terstruktur dan bergelombang selama satu bulan masa penugasan.
“Alhamdulillah, Pak Bupati, banyak para datok yang meminta kami membantu mereka dalam pemulihan pascabencana. Kami membantu masyarakat semampu kami,” ujar Ulung.
Ia menambahkan, kehadiran para praja juga menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan, membentuk karakter kepemimpinan yang berempati dan siap bekerja di tengah krisis.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Bupati dan jajaran yang telah meluangkan waktu untuk berbuka puasa bersama para praja,” katanya.
BELAJAR DARI LAPANGAN




