“Daerah kita adalah daerah Gayo yang identik dengan budaya. Setiap hari Kamis kami mewajibkan penggunaan Bahasa Gayo dan pakaian Gayo. Saat kegiatan yang menghadirkan banyak tamu dari luar daerah, petugas juga akan menggunakan pakaian adat Gayo untuk menyambut para tamu,” katanya.
Haili Yoga menjelaskan, berbagai kegiatan budaya akan dipusatkan di Lapangan Musara Alun sebagai upaya menghadirkan atraksi budaya yang mampu mendukung sektor pariwisata daerah.
“Daerah kita bukan hanya memiliki wisata alam yang indah, tetapi juga budaya yang harus terus dilestarikan. Karena itu kami ingin menghadirkan berbagai atraksi budaya sehingga para tamu yang datang dapat menikmati kekayaan budaya Gayo,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Taman Budaya akan menjadi pusat aktivitas kebudayaan di Aceh Tengah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kalau Taman Budaya terwujud, ini bisa menjadi pusat kebudayaan di Aceh Tengah. UMKM masyarakat akan tumbuh. Masyarakat Gayo identik dengan seni dan budaya. Kita tidak ingin tamu datang tanpa melihat atraksi budaya yang menjadi ciri khas daerah kita, apalagi Aceh Tengah juga dikenal sebagai penghasil kopi terbaik,” katanya.




