“Kita berharap, dengan pelatihan ini, mudah-mudahan olahannya bisa menjadi camilan yang khas khusus dari Desa Naga Umbang dan menjadi oleh-oleh untuk wisatawan yang datang ke Desa Naga Umbang,” tutur Darwina.
Dia merencanakan, akan mengurus perizinan terlebih dahulu lebih lengkap dan legalitas agar ini bisa bersaing dengan skala nasional.
“Mudah-mudahan berlanjut dan menjadi desa wisata yang terus berkembang, terus maju, dan pastinya bisa naik kelas menjadi desa wisata yang bagus pastinya di Aceh Besar,” ujarnya.
Pembina Tim PPK Ormawa UKM BSPD, Dr. drh. Faisal Jamin, M.Si, menuturkan, bersama tim PKL Ormawa, pihaknya ikut menyatu dengan masyarakat Desa Naga Umbang dan memfasilitasi program pendampingan serta memberikan dukungan baik dari segi peran masyarakat, peran mahasiswa, dan peran universitas dalam kelancaran program.
“Saya selaku pembina PPK Ormawa dari UKM BSPD, tiap minggu akan hadir bersama anak-anak. Saya kira progressnya cukup baik dan kami melihat baik peran masyarakat, peran mahasiswa, peran dari universitas dalam memfasilitasi kegiatan ini berjalan dengan lancar,” katanya.
Menurutnya, sinkronisasi antara Desa Naga Umbang dengan desa di sekitarnya harus lebih terpadu, karena pergerakan wisata laut ataupun sungai ini tidak bisa lepas dari desa lain di satu kecamatan Lhoknga.




