PKGB Unsyiah Perkenalkan Jenis Burung Kepada Siswa

Minggu, 13 Maret 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Photo bersama dewan guru dan siswa-siswi SMPN 7 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya dengan Tim PKGB Unsyiah Banda Aceh.

Photo bersama dewan guru dan siswa-siswi SMPN 7 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya dengan Tim PKGB Unsyiah Banda Aceh.

Banda Aceh, (MA) Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan (PKGB) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh menerima kunjungan dari siswa-siswi SMPN 7 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, tujuan kunjungan ini adalah bahagian dari program PKGB “ekspansi”. Kata kepala PKGB Dr. Abdullah, M.Si, Sabtu, (12/3/2022).

“Keilmuan tidak hanya di ranah kampus atau Universitas saja akan tetapi sampai ke tingkatan sekolah-sekolah. Kegiatan ini merupakan paduan antara edukasi dengan wisata khusus. Edukasi disampaikan tentang sosialisasi jenis-jenis dari burung air dan peranannya di dalam ekosistem serta bagaimana kita peduli dan mensyukuri akan ciptaan tuhan yang dititipkan untuk kita,” ujarnya.

Lanjutnya, Sedangkan kegiatan pengamatan burung air dilakukan di Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Pengamatan dilakukan waktu sore hari, dimana sore hari merupakan waktu aktif burung untuk kembali ke sarang.

“Kegiatan ini sengaja kita libatkan siswa-siswi dari tingkat SMP, karena ini untuk edukasi bagi siswa-siswi sekolah untuk tertarik terhadap pelestarian satwa dan pelestarian alam. Bagi mereka ini merupakan sesuatu yang baru dipelajari sehingga bisa kita lihat antusiasme yang tinggi,” ujar Abdullah.

BACA JUGA...  Kapolres Lhokseumawe Lepas Anggota Bhabinkamtibmas Salurkan Sembako

Abdullah merincikan, kegiatan ini tidak tanggung-tanggung melibatkan 30  siswa/i dari SMPN 7 Banda Baru Pidie Jaya, serta 7 orang dewan guru dari SMPN 7 Bandar Baru dan 1 orang dewan guru dari SMPN 8 Bandar Baru Pidie Jaya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari tim PKGB tentang jenis-jenis burung air, peranan burung air bagi lingkungan, habitat dan ekosistem mangrove, serta bagaimana aksi dari kita yang bisa kita lakukan dalam menjaga kelestarian satwa tidak hanya untuk satwa burung saja.

Tim PKGB juga menyampaikan bahwa kawasan Gampong Lambada Lhok juga merupakan salah satu area singgah dari burung migrasi atau Migratory Bird.

Abdullah menyebutkan, PKGB terdiri dari anggota yang memiliki spesifikasi penelitian tentang burung air dan burung migrasi, seperti Yuri Gagarin, Zulfikar dan Lia Nurafrija, serta pihaknya juga melibatkan beberapa mahasiswa dari S2 dan S1 Prodi Pendidikan Biologi FKIP USK yang judul skripsinya terkait dengan kegiatan ini.

BACA JUGA...  Sosialisasi Narkoba, Masyarakat Ulee Rubek Timu Minta Pihak Berwajib Patroli Setiap Hari

Diharapkan, lanjut Abdullah dari kegiatan ini menjadi data observasi awal bagi mereka dalam menyelesaikan tugas akhir skripsinya. Selain itu juga tim kami dibawah koordinasi Ikhlas Wahid juga mengajak dan menjelaskan kepada siswa dalam studi budidaya hidroponik di Kampus USK yang juga merupakan salah satu program dari PKGB.

Tidak hanya mendapatkan pengetahuan berupa materi dari PKGB USK, siswa SMPN 7 Bandar Baru juga mendapatkan kesempatan untuk belajar menggunakan alat-alat pemantau burung seperti Binokuler. Binokuler adalah teropong untuk melihat benda jauh. Teropong ini umumnya digunakan oleh para pengamat dan peneliti burung di alam liar. Namun alat-alat yang dibawa oleh tim PKGB sangat terbatas dan kurang mencukupi untuk digunakan siswa/i sebanyak 30 orang. Meskipun begitu, siswa secara bergantian dapat merasakan dan mengalami bagaimana mengoperasikan alat Binokuler sekaligus menggunakannya untuk memantau burung air hari ini.

BACA JUGA...  KPK Cetak Role Model Integritas melalui ‘Duta Prestasi’ Syahbandar

Yuri Gagarin dari tim PKGB menambahkan, bahwa selama kegiatan ini, siswa mencatat beberapa jenis burung di Gampong Lambada Lhok seperti Egretta garzetta, Egretta sacra, Egretta alba, Bubulcus ibis dan juga terdapat burung migrasi seperti dari jenis gajahan (Numenius phaeopus) serta beberapa jenis burung lain yakni Acridotheres javanicus, Aplonis panayensis dan Passer montanus. Terdapatnya beberapa individu burung migrasi di tempat tersebut menjadi daya tarik sendiri, dimana kawasan tersebut menjadi salah satu area persinggahan untuk mencari makan atau menjadi salah satu area resting site yang digunakan oleh beberapa burung migran di Kota Banda Aceh.

“Ini harus bisa menjadi pemacu semangat mahasiswa dalam melakukan riset-riset terkait burung migrasi, karena lokasi kegiatan ini juga tidak jauh dari kawasan Universitas Syiah Kuala. Tutupnya.”[R].

Laporan : Fajar

Berita Terkait

Tajaga Adat, Tapeukong Syariat, Pesan Kuat di Balik 800 Tahun Samudera Pasai
Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Aceh Tengah Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri
Sekda Aceh Tengah Apresiasi Gerakan Penghijauan Alumni SMAN 3 Pegasing di Kawasan Danau Laut Tawar
Pikiran Rakyat dan MEDIA ACEH Kolaborasi Bangun Balai Desa Pascabencana di Aceh Tamiang
TNI AD Gandeng PPL dan Petani Kembangkan Pakan Ternak Organik di Aceh Selatan
Syukuran Ke-80 Bhayangkara, Polres Aceh Tengah Serahkan Rumah Layak Huni hingga Penghargaan Aneka Lomba
Yahnda: Petani dan Nelayan Aceh Harus Berani Berinovasi Demi Kedaulatan Pangan di PENAS XVII Gorontalo

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:38 WIB

Tajaga Adat, Tapeukong Syariat, Pesan Kuat di Balik 800 Tahun Samudera Pasai

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:59 WIB

HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Aceh Tengah Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sekda Aceh Tengah Apresiasi Gerakan Penghijauan Alumni SMAN 3 Pegasing di Kawasan Danau Laut Tawar

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:10 WIB

Pikiran Rakyat dan MEDIA ACEH Kolaborasi Bangun Balai Desa Pascabencana di Aceh Tamiang

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 Sep 2026 - 17:32 WIB

Rapat pembahasan APBK di DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 Sep 2026 - 17:19 WIB

Lepas sambut Kapolres Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Senin, 14 Sep 2026 - 17:05 WIB

Ketua Kopsen Baitul Qiradh Baburrayyan Rizwan Husein sedang sosialisasi cara Penguatan Jaringan Usaha bagi Koperasi Desa Merah Putih.

EKBIS

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Senin, 14 Sep 2026 - 16:57 WIB

PERISTIWA

Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam

Senin, 14 Sep 2026 - 15:05 WIB