Lebih lanjut dikatakan PJ Bupati Asra, keberadaan pabrik pakan ayam mini diharapkan mampu menjadi alternatif guna menekan mahalnya harga pakan pabrikan yang selama ini dimonopoli para pemain besar tersebut.
“Biaya produksi ayam potong yang paling besar itu ada di biaya pembelian pakan. Sementara bahan baku utama pakan ini kan jagung. Bisa kita tanam secara kontinyu kalau pabrik pakan mini ini berdiri. Jadi kita harapkan nantinya pakan buatan lokal ini bisa menurunkan biaya produksi, dan harga ayam potong pun lebih murah,” sambung Asra menjelaskan.
Sehari sebelumnya saat mengikuti rakor teknis pengendalian inflasi tingkat Aceh yang digelar secara virtual, pada Senin, 25 Maret 2024 siangnya PJ Bupati Asra juga menyampaikan hal serupa.
Diungkapkannya, Pemerintah Aceh mesti membantu Aceh Tamiang mengintervensi harga jual ayam potong melalui pendirian BUMD yang memproduksi pakan ayam.
Dalam rakornis yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh tersebut, PJ Bupati Asra melalui Asisten Perekonomian & Pembangunan Setdakab, Catur Haryati menjelaskan sejumlah langkah yang sudah dilakukan Pemkab Aceh Tamiang guna pengendalian inflasi, di antaranya, inspeksi pasar dan pengecekan ketersediaan di gudang sembako.





