Menurut mereka, kestabilan listrik adalah sumber utama kehidupan sehari-hari dan penopang berbagai kegiatan rumah tangga. Pemadaman tak terduga tidak hanya merusak perangkat elektronik, tetapi juga mengganggu kegiatan ibadah di masjid dan meunasah, serta sangat menghambat roda perekonomian.
Selain listrik, perbaikan jalan-jalan rusak di gampong dan kota juga menjadi tuntutan mendesak. Infrastruktur jalan yang baik sangat krusial bagi warga untuk membawa hasil bumi ke pasar, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan mereka.
Komitmen Pemkab Bireuen menanggapi harapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen menyatakan komitmennya. Pemkab Bireuen, melalui Bupati H. Muchlis, telah menjalin kerja sama intensif dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Bireuen.
Pemerintah secara rutin mengingatkan PLN untuk menjaga suplai listrik tetap optimal. Mereka juga meminta agar setiap kendala teknis segera diinformasikan kepada pelanggan, setidaknya agar warga bisa menyiapkan alat penerangan alternatif, terutama pada malam hari.
Diharapkan, momentum HUT ke-26 ini bukan hanya sebatas perayaan, tetapi juga menjadi titik tolak bagi Bupati H. Muchlis untuk memastikan peningkatan layanan publik, khususnya pada sektor listrik dan infrastruktur, sebagai sumber utama penggerak ekonomi warga Bireuen.(DF/MM)




