Menurutnya, pemimpin yang anti kritik dan cenderung menjalankan tugas secara sewenang-wenang demi mempertahankan jabatan menunjukkan watak otoriter yang tidak pantas dipertahankan dalam pemerintahan daerah.
Karena itu, Hasballah menyatakan bahwa pernyataan Jubir KPA Peureulak merupakan bentuk kepedulian terhadap mutu pendidikan dan masa depan generasi Aceh Timur. “Kami apresiasi keberanian beliau. Ini bukan soal politik, tapi soal tanggung jawab terhadap pendidikan,” ujarnya.
Ia pun berharap Bupati Aceh Timur segera mengambil langkah tegas sebelum situasi di Dinas Pendidikan semakin memburuk. “Pendidikan adalah sektor vital. Jangan sampai rusak karena kepemimpinan yang salah arah,” tutup Hasballah. (Haskad)




