Pertemuan Wali Nanggroe dan Kapolda Aceh, Ini yang Dibahas

Wali Nanggroe turut didampingi Staf Khusus Dr. M. Raviq, Khatibul Wali Abdullah Hasbullah, dan Kasubag Kerjasama Leina Sari.

Berdasarkan hasil pembahasan, beberapa wilayah di Aceh yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Jaya, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe, yang kerap mengalami peningkatan debit air sungai dan genangan akibat hujan ekstrem.

BACA JUGA...  BPKS Lembaga Yang Paling Banyak Gonta-Ganti Pimpinan, Pj Gubernur Aceh Rombak Manajemen

Adapun masyarakat di wilayah Bireuen, Gayo Lues, Pidie, dan Pidie Jaya juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor dan banjir bandang, terutama di kawasan perbukitan.

Dalam pernyataan bersama, Wali Nanggroe dan Kapolda Aceh mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang.

Keduanya juga menegaskan agar masyarakat selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang signifikan. Hindarilah daerah lereng dan aliran sungai apabila terlihat awan hitam pekat di wilayah pegunungan atau ketika hujan mulai turun, guna mengantisipasi tanah longsor dan banjir bandang.

BACA JUGA...  PWI Sabang Siap Kawal dan Kontrol Seluruh Kegiatan Pemerintah di Kawasan Kota Sabang

“Kesiapsiagaan dini dan langkah pencegahan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat,” sebut Wali Nanggroe.

Pertemuan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan Kepolisian Daerah Aceh dalam mempercepat sistem peringatan dini bencana, memperkuat ketahanan sosial, serta memastikan keamanan masyarakat di tengah cuaca ekstrem tahun ini.