oleh

Pertamina EP Rantau Field Tutup Lima Sumur Ilegal Drilling

Secara teknis penutupan sumur dari PT.Pertamima EP Rantau Field. Dalam kegiatan itu sebanyak 5 titik sumur yang ditutup selain, beberapa alat-alat perlengkapan tradisional pengeboran juga diamankan.

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Manajemen PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field, bersama Tim Muspika tutup Sumur Ilegal Drilling di Kampung Bandar Khalifah, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kamis, 4 Februari 2021.

TUTUP ILEGAL DRILLING : Pertamina EP Asset 1 Rantau Field bersama Forkopimca Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Menutup Ilegal Drilling sebanyak lima titik di Kampung Bandar Khalifah, Kamis, 4 Februari 2021. (Foto : Syawaluddin/dok/mediaaceh.co.id)

Penutupan sumur ilegal drilling tersebut berawal dari laporan masyarakat sekitar Desa Bandar Khalifah. Dari laporan itu manajemen PT Pertamina EP Rantau Field bersama Muspika langsung lakukan peninjauan.

“Ternyata benar, kita menemukan praktik ilegal drilling yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Namun dilapangan kita tidak menemukan orang yang melakukan aktifitas ilegal drilling,” jelas Legal and Relation Assistent Manager (L&R), Pertamina EP Rantau, Fandi Prabudi. Pada mediaaceh.co.id di Rantau.

Atas temuan itu, serta instruksi Bupati Aceh Tamiang dan SKK Migas, Tim Muspida dan PT.Pertamina EP bersinergi dalam melakukan penertiban serta penutupan aktivitas Illegal Drilling.

Dimulai dari sosialisasi atau surat pemberitahuan dari Bupati Aceh Tamiang kepada masyarakat yang berada di Desa Bandar Khalifah agar tidak lagi melakukan ilegal drilling, namun hal itu tidak diindahkan.

Hingga proses kegiatan penutupan sedikit terkendala dilaksanakan karena adanya wabah covid19 sehingga sosialisasi dilakukan melalui aparatur desa Bandar Khalifah.

Hingga pada tanggal 20 Januari 2021 lalu. Dilaksanakan kegiatan langsung dalam melakukan penertiban dan penutupan oleh Tim Muspida Kabupaten Aceh Tamiang yang terdiri dari unsur pemda, TNI/Polri.

Secara teknis penutupan sumur dari PT.Pertamima EP Rantau Field. Dalam kegiatan itu sebanyak 5 titik sumur yang ditutup selain, beberapa alat-alat perlengkapan tradisional pengeboran juga diamankan.

Bupati Aceh Tamiang Dalam surat perintahnya No.542/6182 tanggal 8 desember 2020 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam katagori pekerjaan berisiko tinggi dan berbahaya serta tidak sesuai dengan kaidah-kaidah keselamatan pertambangan.

Pada kesempatan lain, Kepala Perwakilan skkmigas Sumbagut Haryanto Syafri mengapresiasi sinergi antara Pemerintah kabupaten Aceh Tamiang,TNI dan Polri dengan PT. pertamina EP Field Rantau dalam pencegahan kegiatan illegal Drilling karena selain membahayakan lingkungan juga membayakan nyawa manusia.

Dalam kesempatan lain Field Manager PT. pertamina EP Totok Parafianto juga menyampaikan; bila kegiatan illegal drilling dibiarkan akan merubah kehidupan tatanan di masyarakat terutama dalam bidang ekonomi dan sosial.

“Kami menyarankan agar masyarakat lebih mengutamakan bidang pertanian dari pada menyewakan tanahnya untuk dibor oleh oknum tidak bertanggung jawab, karena pertanian merupakan sumber penghasilan yang sustainable bahkan hingga anak cucu nantinya.”

Saat melaksanakan penutupan tersebut warga juga dihimbau agar siapapun mendapati oknum yang berusaha untuk melakukan kegiatan ilegal drilling segera untuk melapor kepada pihak yang berwajib karena kegiatan ini sangat berbahaya bagi lingkungan dan diri sendiri. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..