Faisal berharap seluruh pihak tidak memperkeruh suasana dan justru kembali membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan Aceh secara bersama-sama.
Menurutnya, peringatan 21 tahun perdamaian seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan perdamaian sekaligus mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang masih tersisa.
“Jangan kita saling menyalahkan. Kalau ada persoalan dalam implementasi MoU Helsinki dan UUPA, mari kita duduk bersama dan mencari solusi. Perdamaian Aceh adalah hasil kesepakatan bersama dan harus dijaga serta dikawal bersama,” kata Faisal. (Ril)















