Bupati Ayah Wa menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan untuk merenung dan mengingat kembali perjuangan semua pihak dalam mewujudkan Aceh yang aman dan damai. “Dulu kita berada di situasi yang penuh ketakutan, aktivitas masyarakat terganggu, dan pembangunan terhambat. Kini, kita hidup dalam suasana yang lebih aman. Tugas kita adalah memastikan perdamaian ini abadi,” tegasnya.
Kegiatan shalat Subuh dan zikir bersama ini nantinya akan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh ulama, tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat. Selain itu, Ayah Wa berharap generasi muda Aceh dapat mengambil pelajaran berharga dari sejarah konflik dan perdamaian Aceh.
“Anak-anak kita harus tahu bahwa kedamaian bukan datang dengan sendirinya, tapi melalui perjuangan panjang dan pengorbanan banyak pihak,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga mengimbau masyarakat untuk hadir tepat waktu dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Acara ini diharapkan menjadi ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan, serta memperkokoh komitmen bersama dalam membangun Aceh Utara yang lebih sejahtera.
“Perdamaian adalah modal utama untuk membangun. Mari kita syukuri dengan ibadah, doa, dan kerja nyata,” tutup Ayah Wa.(Sayed Panton)
Halaman : 1 2














