
Dengan mengusung semangat Aceh Utara Bangkit, Jamaluddin berharap kegiatan sederhana ini mampu menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. “Melalui gotong royong, kita ingin membiasakan anak-anak didik agar memiliki kepedulian sosial sejak dini,” ujarnya.
Adapun sasaran gotong royong dalam rangkaian Hardikda kali ini meliputi pembersihan lingkungan sekolah, masjid atau meunasah, serta jalan di sekitar kawasan pendidikan. Aktivitas yang dilakukan antara lain membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, taman, dan fasilitas umum; memungut sampah serta memisahkannya sesuai jenis (organik dan anorganik); menjaga kebersihan toilet sekolah dan masjid; serta mengedukasi siswa agar tidak membuang sampah sembarangan.
Kegiatan ini juga disambut antusias oleh para guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Mereka tampak bahu-membahu membersihkan lingkungan, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang harmonis.
Menurut Jamaluddin, gotong royong tidak hanya memberi manfaat langsung berupa lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab. “Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi agar budaya gotong royong terus hidup di tengah masyarakat, khususnya dunia pendidikan,” pungkasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















