Peringatan Keras Denny Charter: Danantara Bisa Matikan Kompetesi Sektor Swasta 

Senin, 19 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto.

Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto.

Ironi Efisiensi dan Fenomena “Pareto”

Denny menyoroti bahwa besarnya penguasaan aset tersebut tidak berbanding lurus dengan kontribusi yang merata. Ia merujuk pada fenomena “Pareto” di tubuh BUMN, di mana sekitar 80% dividen negara hanya disumbangkan oleh 20% perusahaan saja, terutama dari sektor perbankan (BRI, Mandiri) dan Telkom.

​”Sementara itu, banyak BUMN sektor konstruksi justru terbebani utang jumbo yang akhirnya menjadi beban neraca negara. Jika Danantara hadir hanya untuk mengonsolidasi aset tanpa memperbaiki efisiensi, kita hanya memindahkan masalah ke dalam satu wadah raksasa,” lanjutnya.

BACA JUGA...  Polri Pertimbangkan Mengawal Pemudik di Jalur Sumatra

​Risiko Etatisme dan Crowding Out

Lebih lanjut, Denny menjelaskan bahwa pembentukan Danantara sebagai super-holding dengan target kelolaan aset mencapai US$ 600 – 900 Miliar (sekitar Rp 9.000 – 14.000 Triliun) berpotensi mematikan sektor swasta melalui risiko Crowding Out.

​”Saat ini saja, swasta seringkali ‘kekeringan’ modal atau harus membayar bunga lebih tinggi karena perbankan lebih memprioritaskan pembiayaan proyek-proyek besar pemerintah lewat BUMN. Jika Danantara menjadi alat kontrol politik terpusat, maka swasta akan makin sulit bergerak. Semua proyek harus lewat ‘restu pusat’. Itulah definisi harfiah dari Etatisme Ekonomi,” tegas Denny.

BACA JUGA...  Pelaksanakan GPN 2017 KM Nol Sabang Rencana Akan Dibuka Presiden Jokowi

Berita Terkait

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat
Empat Pengurus Forum Pimred Provinsi Resmi Dilantik di Malam Anugerah Pena Emas 2026

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:19 WIB

Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri

Berita Terbaru

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB

Petugas melayani beberapa warga yang membeli paket pasar murah di Gerai KDMP Gampong Air Pinang Tapaktuan, Senin, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

EKBIS

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:58 WIB

Usai menyerahkan kursi roda, Bunda Salma berbincang-bincang dengan Samsuddin Pasaribu salah warga yang sakit lumpuh di Gampong Samakurok, Selasa, (22/9).

PEMERINTAHAN

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:15 WIB

FEATURE

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:36 WIB