Penemuan Amunisi Campuran di X-ray Perintis Bandara Douw Aturure Nabire

Selanjutnya oknum polisi yang membawa amunisi, megazen dan sangkur, dipanggil dari ruang tunggu oleh petugas ke ruang X-ray dan oknum poliai tersebut mengakui barang tersebut miliknya.

Dia juga mengakui, kalau dirinya seorang polisi dengan nama Haile ST. Wambrauw, Bripka/ Polri, NTP : 80101100, dengan Jabatan Ba Satlantas dari Kesatuan Polres Biak Numfor.

BACA JUGA...  Ijazah Palsu Marak di Aceh, Komisi X DPR RI: Kami Prihatin Dan Miris

Setelah di konfirmasi, Haile tidak mau bicara tetapi menyampaikan melalui perwakilan Kp3 a.n Brigadir Sammuel Pu Nyaman dan perwakilan Kodim a.n Kopda Romli

Bahwa yang bersangkutan mau koordinasi tapi dengan anggota Paskhas yang disuruh menunggu Danpos Paskhas. Tetapi Haile tetap berangkat terbang menuju Sugapa tanpa koordinasi.

Setelah diketahui dari anggota Paskhas, bahwa Haile terbang ke Sugapa tanpa berkoordinasi, anggota Paskhas langsung memberi kabar ke Danpos Paskhas, kemudian Danpos Paskhas memerintahkan ke anggota Paskhas berkoordinasi dengan pihak Tower Bandara agar pesawat Smart PK SNS diperintah Landing kembali di Bandara Nabire.

BACA JUGA...  Sering Makan di Warteg, Pria Berpangkat Kolonel Ditangkap

Setelah pesawat landing di Bandara Nabire, Haile di turunkan dan di amankan ke kantor KP3 yang dikawal oleh Danpos KP3 dan Danpos Paskhas serta anggota Elang II.

Di Pos KP3 dilakukan introgasi pada Haile oleh Pihak Propam Polres Nabire di dampingi Danpos Paskhas, KP3 serta anggota Elang , Haile menyampaikan bahwa amunisi tersebut akan dibawa ke Intan Jaya tempat tugas Haile. Haile mengakui bahwa barang bawaan tersebut semua memang tidak Resmi.