Turunnya eksistensi partai Aceh pada tahun 2014 menjadi pertanyaan mengapa terjadinya penurunan suara kursi di legislatif, apakah partai Aceh sudah mulai ditinggalkan simpatisan dan rakyat Aceh?.
“Menurut saya ada beberapa penyebab partai turun eksistensi adalah rekrutmen politik, pengaderan politik sebagai penguatan SDM, perpecahan internal, anggaran, turun kepercayaan simpatisan akibat tidak mampu merealisasi janji politik dan masih ada rasa feodalisme,” Jelasnya.
Sehingga mempengaruhi turunya suara pemilu 2014, kekalahan pada pemilihan gubernur Aceh 2017. Terjadi Persaingan, perpecahan internal menyebabkan kader Partai Aceh Muzakir Manaf tidak terpilih sebagai Gubernur Aceh tahun 2017.
Hingga berimbas pada pemilu 2019, kekuatan partai Aceh semakin turun drastis suara hanya mendapatkan 18 kursi, hilang banyak kursi di DPRA.
Bagaimana kondisi politik menjelang pemilu 2024 ini?, Apakah Partai Aceh masih tetap dan mampu bertahan sebagai kekuatan politik lokal?, Pemilu 2024 ini, paling berat buat Partai Aceh, kader-kader yang menjadi caleg harus mampu berjuang di basisnya untuk meyakinkan simpatisan memilih kembali mereka, karena banyak PR besar janji-janji politik belum berbanding dengan harapan rakyat Aceh, mereka sudah kudung kecewa dengan berbagai janji-janji politik.




