Pemuda Cinta Aceh Adakan Diskusi Keacehan Membahas MoU Helsinki

Sabtu, 7 Maret 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (MA) – Pasca perdamaian Aceh dan diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman atau yang sering disebut dengan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005 yang lalu, organisasi kepemudaan Pemuda Cinta Aceh (PCA) berinisiatif mengadakan Diskusi Keacehan yang bertema “Ada Apa dengan MoU Helsinki”, di Gedung Kesbangpol Provinsi Aceh pada tanggal 08 Maret 2020.

Salah satu alasan PCA menggandeng konsep “Diskusi Keacehan” dengan mengundang berbagai tokoh, adalah untuk bisa saling berbagi ilmu serta pendapat, baik itu untuk kalangan masyarakat Aceh maupun para generasi muda Aceh melalui sebuah forum diskusi yang dinilai bisa menjadi salah satu jalan keluar dari segala permasalahan pasca perdamaian Aceh.

BACA JUGA...  Pimpin Apel Perpisahan, Soedarmo Ajak Pegawai Tetap Menjaga Silaturrahmi

“Diskusi Keacehan ini kami konsepkan dengan tema yang istimewa. Yang dimana perdamaian Aceh melahirkan nota kesepahaman yang disebut dengan MoU Helsinki sehingga kami berinisiatif untuk membahas hal tersebut. Apalagi ada hal-hal yang belum terealisasikan dalam butir-butir perjanjian yang tertuang dalam MoU Helsinki, oleh karena itu kami akan kembali membahas hal tersebut dalam forum diskusi”, ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan PCA, Sulthan Alfaraby, Sabtu (07/03/2020).

BACA JUGA...  26 Peserta Dewan Sengketa Indonesia Dilantik 

Pembicara yang akan berhadir dalam kegiatan ini antara lain Tgk. Sufaini Usman Syekhy (Pimpinan Presidium GAM Independen), Tgk. H. Muhammad Yunus Yusuf (Ketua Komisi I DPR Aceh), H. Karimun Usman (Tokoh Aceh, Nurzahri, S.T. (Mantan Ketua Komisi II DPR Aceh) dan Basri Effendi, S.H., M.H., MKn (Akademisi Universitas Syiah Kuala) yang akan dikawal oleh seorang Moderator yaitu Samsul Bahri, M.Si yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik Aceh (Lemkaspa).

PCA juga mengatakan bahwa diskusi merupakan nafas perjuangan yang harus dihidupkan dan dirawat oleh generasi muda Aceh. PCA berharap kedepannya akan banyak agenda diskusi yang siap difasilitasi oleh PCA demi kemajuan Aceh kedepannya.

BACA JUGA...  Nakes dan Penggiat Wisata Dapat Penghargaan dari Azwardi 

“Kami menginginkan diskusi menjadi salah satu tonggak perjuangan para generasi muda. Karena dengan adanya diskusi, segala permasalahan di Aceh Insya Allah akan ada jalan keluar. Apalagi, generasi muda Aceh juga mempunyai semangat besar untuk itu, saya yakin. Apalagi, perjuangan Aceh belum selesai! Ada banyak hal yang harus kita benahi demi terwujudnya kesejahteraan Aceh kedepannya”, harapnya.(Jalal).

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB