SABANG (MA) – Kini kondisi tempat menimba ilmu khususnya pendidikan agama yakni Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, Yayasan milik Pemerintah Kota Sabang ini biasa ramai dengan santrinya namun, tiba-tiba sunyi tanpa suara hafalan Al-Qur’an dan canda ria santri dan santriwati.
Pasalnya, pada tanggal 05 Desember 2025 pihak Yayasan mengeluarkan Maklumat tetang pemulangan atau dirumahkan para santri santriwati,.dengan alasan kondisi ketiadaan dana operasional Pesantren akibat keuangan Pesantren dari hasil usaha mandiri dan tabungan telah habis untuk menutup hutang yang belum dibayangkan Pemko Sabang.
Sehingga, para wali santri Pesantren Al-Mujaddid Sabang menyatakan jika pihak Pemerintah Daerah membubarkan kegiatan proses belajar dan mengajar maka, Wali santri akan melakukan demo turun ke jalan dan menggelar aksi di Kantor Wali Kota Sabang.
Jika Pemerintah Daerah tidak segera memberikan kepastian terkait masa depan pesantren tersebut. Ancaman aksi massa muncul setelah pihak Yayasan disebut tidak lagi mampu melanjutkan operasional bahkan pesantren tersebut saat ini ditutup sementara.
Pengawas pendidikan Pesantren Al-Mujaddid Ade Suryadi usai mengikuti pertemuan dia menyampaikan pandangan tegas bahwa Pasantren Al-Mujaddid tidak boleh berhenti beroperasi.




