Dikatakan, dokumen perencanaan yang disusun oleh untuk kepentingan 20 tahun ke depan (2025-2045).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua peserta FGD dan khususnya yang telah memberikan masukan untuk penyusunan perencanaan pengembangan perumahan dan permukiman ini,” kata Zainuddin.
Dalam pemaparannya, dia juga menyinggung tentang pentingnya melakukan pengembangan perumahan dan permukiman secara berkelanjutan.
Dia juga sepakat dengan salah seorang peserta yang memberikan masukan agar perencanaan pengembangan perumahan dan permukiman yang memperhatikan segi keramahan terhadap lingkungan.
“Pengembangan perumahan dan permukiman harus ramah lingkungan selain berkelanjutan, nyaman dan aman,” katanya.
Sebelumnya, Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Aceh Selatan Ihsan, mengatakan, FGD-II merupakan lanjutan dari FGD-I yang sudah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.
“FGD-II ini, kita harapkan dan menyempurnakan penyusunan perencanaan yang lebih komprehensif untuk masa 20 tahun ke depan hingga 2045,” kata Ihsan.
Menurutnya, peserta FGD-II itu terdiri dari anggota Pokja, OPD, BUMN/BUMD, konsultan perumahan, wartawan dan LSM.(Maslow Kluet)




