“Pembangunan terus kami kebut agar masyarakat yang terdampak dapat segera menempati hunian sementara yang layak dan aman. Kami berupaya maksimal agar seluruh unit dapat segera difungsikan,” ujar Serka Azman saat meninjau perkembangan di lapangan.
Ia menjelaskan, selain mengejar target jumlah unit, kualitas bangunan juga menjadi perhatian utama. Setiap Huntara dibangun sesuai standar teknis yang telah ditetapkan, sehingga mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para penghuni selama masa transisi menuju hunian tetap (Huntap).
Partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan juga menjadi kekuatan tersendiri. Warga turut bergotong royong sejak tahap persiapan lahan, pengangkutan material, hingga pengerjaan fisik bangunan. Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat solidaritas sosial di tengah situasi pemulihan.
Dengan capaian 529 unit yang telah terbangun, diharapkan kebutuhan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak di Kecamatan Linge dapat segera terpenuhi. Pemerintah optimistis, melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat, sehingga warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang sembari menunggu realisasi hunian tetap.(AR)




