Buka Musrembang, Irwandi Yakin Aceh Hebat Akan Terwujud

Selasa, 17 April 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, membuka Musrenbang RKPA Tahun 2019 dengan Tema Pengembangan Kawasan Srategis dan Konektivitas Untuk Pertumbuhan berkualitas di Gedung Utama DPR Aceh, Banda Aceh, Senin, (16/4/2018).

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, membuka Musrenbang RKPA Tahun 2019 dengan Tema Pengembangan Kawasan Srategis dan Konektivitas Untuk Pertumbuhan berkualitas di Gedung Utama DPR Aceh, Banda Aceh, Senin, (16/4/2018).

Banda Aceh (ADC) – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2019, di Gedung DPR Aceh, Senin (16/4/2018). Irwandi berharap, Musrenbang RKPA tersebut bisa mewujudkan APBA yang berkualitas menuju Aceh Hebat. 

Irwandi menyebutkan, Pemerintah Aceh melalui Bappeda telah memperbaiki pola pelaksanaan musrenbang. Di mana, musrenbang telah melewati tahapan persiapan yang juga diisi oleh forum konsultasi publik, pra pelaksanaan dan pelaksanaan musrenbang.

“Kami yakin, Aceh Hebat tidak akan terwujud jika tidak diawali pola perbaikan sejak perencanaan,” kata Irwandi. 

Irwandi mengatakan, ada tiga perubahan mendasar dalam pola Musrenbang 2019. Di mana, seluruh usulan harus melalui proses musrenbang 2018. “Seluruh stakeholder tidak boleh menyampaikan proposal di luar forum musrenbang,” katanya.

Selain itu, semua usulan program harus diimput e-planing yang terintegrasi dengan e-budgeting. Hal itu untuk memastikan tidak adanya usulan kegiatan baru yang terindikasi dan dipersepsikan sebagai titipan atau penumpang gelap. 

Selanjutnya, semua usulan program dan kegiatan, baik yang disusulkan kabupaten/kota, SKPA hingga aspirasi masyarakat harus selaras dengan tema dan prioritas pembangunan Aceh tahun 2019. 

BACA JUGA...  Malam ini, Penobatan Duta Wisata Aceh 2018

“Dengan demikian kita harap APBA 2019 bisa menjadi solusi yang efektif untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan di Aceh yang saat ini belum tertanggulangi secara tuntas,” kata Irwandi. 

Irwandi menambahkan, RKPA 2019 mengangkat tema Penumbuhan Kawasan Strategis dan Konektivitas untuk Pertumbuhan Berkualitas. Tema itu selaras dengan RKP Nasional yaitu Pengembangan Kawasan Strategis dan Konektivitas untuk Pertumbuhan Berkualitas dengan delapan prioritas pembangunan Aceh. 

Yang pertama adalah penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Selanjutnya adalah peningkatan aksesibilitas dan kualitas kesehatan. Pemerintah juga mencanangkan pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui pengembangan kawasan strategis dan penguatan konektivitas. 

Selanjutnya adalah peningkatan ketahanan pangan dan energi, penguatan Dinul Islam dan peningkatan kualitas pendidikan serta peningkatan investasi dan nilai tambah hasil pertanian, industri kreatif dan pariwisata.

Pemerintah juga memprioritaskan optimalisasi sumber daya alam berkelanjutan dan pengurangan resiko bencana serta penataan reformasi dan penguatan perdamaian. 

Tema dan prioritas tersebut, ujar Irwandi, harus menjadi dasar penyusunan anggaran melalui pembahasan yang komprehensif, intensif dan terpadu dengan pendekatan Evidence Based Planning dan Money Follow Program. Lewat pendekatan itu diharapkan menghasilkan usulan program yang punya korelasi kuat dan pendanaan cukup untuk menurunkan kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

BACA JUGA...  Sekda Aceh Ajak ASN Untuk Berinfaq dan Bayar Zakat di Baitul Mal

“Prioritas lain adalah bagaimana pembangunan infrastruktur memiliki fungsi konektivitas antarwilayah dan antarsentra produksi pasar,” kata Irwandi. Hal itu bakal membuat wilayah Aceh keluar dari status terisolir dan tertinggal.

Irwandi meminta agar para anggota dewan dan pimpinan kabupaten/kota di Aceh dapat memberikan porsi anggaran yang cukup, pada program yang punya daya ungkit untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan tidak ada proyek yang terbengkalai.

Irwandi juga meminta agar tujuh proyek strategis nasional di Aceh dapat dilanjutkan pembangunannya hingga tuntas, meskipun lewat masa pemerintahan saat ini. (r)

Sementara Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Prof. Zudan Arief Fakhrulloh, meminta agar musrenbang yang dibahas bersama tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi substansial. Apalagi pengangguran di Aceh yang mencatat angka lebih dari 14 persen.

BACA JUGA...  Prajurit TNI Bersihkan SD Ujong Raja, Guru Sangat Senang

“RKP kita harus bisa membaca ke depan. Artinya masalah saat ini bisa dilihat dengan pendekatan saat ini,” kata Zudan. 

Semua hal, kata Zudan, harus dimulai dengan perencanaan yang matang. 

Zudan menambahkan, delapan prioritas Pemerintah Aceh tersebut merupakan kebutuhan Aceh yang harus terimplementasi hingga ke pintu rumah masyarakat. “Ini tugas kita bersama dan kita wajib mengimplementasikan.”

Kepala Unit Advokasi Daerah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Muhammad Arif Tasrif, meminta agar pemangku kepentingan untuk memanfaatkan data secara lebih banyak. Kebijakan-kebijakan yang diambil pun harus berdasarkan bukti di lapangan. 

Selanjutnya, untuk menanggulangi kemiskinan juga dibutuhkan komitmen dukungan politik. Hal itu menjadi syarat atau kunci untuk penanggulangan kemiskinan. 

Muhammad Arif Tasrif juga berharap program-program yang disusun lewat Musrenbang RKPA 2019 ini berdasarkan pada kebutuhan masyarakat. Sehingga, kata dia, kemiskinan dan pengangguran di Aceh berkurang.

Gubernur Irwandi Yusuf kemudian menyerahkan proses penyusunan Musrenbang RKPA 2019 ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.[]

— 

Berita Terkait

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda
WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:29 WIB

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB