Yuyun berharap, para guru Taman Kanak-kanak dapat lebih berinovatif dan kreatif dalam merancang atau membuat alat peraga anak.
Alat peraga anak-anak sejatinya dapat dibuat dengan menggunakan bahan yang ada dan mudah dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal atau sekolah.
Sehingga dengan bahan yang mudah didapat akan menciptakan karya yang baik dan bernilai seni.
“Alat peraga yang digunakan tidak harus dibeli yang harganya juga terbilang mahal, maka dari itu kreativitas dan inovatif para guru sangat penting untuk mengolah bahan daur ulang menjadi berguna” tambahnya lagi.
Selain menciptakan lingkungan belajar yang aman dan Inklusif, kerja sama dengan berbagai pihak terkait juga perlu dilakukan seperti puskesmas, hal ini untuk memastikan kebutuhan pemenuhan kebutuhan anak.
“Langkah yang perlu dilakukan adalah masing-masing pihak harus bekerja secara kolaborasi dan bersama-sama untuk menciptakan generasi yang berkualitas,” ujarnya.
Dengan mengimplementasikan PAUD HI, Bunda PAUD juga berperan penting dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan sehat, serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting. [Syawaluddin].





