
Ia berharap agar Pejabat (Pj) Bupati Aceh Utara maupun Bupati yang terpilih nantinya dapat turun tangan dan mencari solusi agar dana APBN bisa direalisasikan untuk membangun batu pemecah ombak. “Jika tidak ada tindakan nyata, dalam satu atau dua tahun, Gampong Lhok Pu’uK bisa hilang, tinggal nama,” ungkap Anwar.
Ia juga mengungkapkan, bahwa sebelumnya sudah ada upaya untuk mengatasi abrasi, namun terkendala berbagai hal. “Dulu pernah ada, tetapi mungkin terkendala. Kami berharap ke depan tidak ada lagi hambatan,” tambahnya.

Solusi jangka panjang yang diusulkan adalah pembangunan pemecah ombak yang membentang dari Gampong Lhok Pu’uK hingga Kuala Jambo Aye, yang menurutnya dapat mengurangi dampak abrasi secara signifikan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk media dan tokoh masyarakat, juga dianggap penting untuk memastikan masalah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Dengan kondisi yang semakin memburuk, masyarakat berharap agar langkah-langkah agar segera diambil demi menyelamatkan Gampong Lhok Pu’uK dari ancaman abrasi yang terus berlanjut.




