Otot, Doa, dan Merah Putih di Langit Malaysia

Otot, Doa, dan Merah Putih di Langit Malaysia. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Ist].

“Saya percaya, putri saya tersenyum di atas sana. Dan ketika saya berdiri di podium, saya bukan hanya membawa nama saya [tapi doa keluarga, satuan, dan bangsa].”

[Letnan Dua Infanteri Andri Yanto, prajurit TNI AD dari Korem 011/Lilawangsa, Aceh].

  • Di Antara Cahaya Panggung dan Cahaya Iman

KUALA LUMPUR, MALAM ITU, 12 Oktober 2025. Di bawah sorotan lampu putih keperakan Mega Star Arena, tubuh-tubuh berotot para atlet dunia berjejer di atas panggung.

BACA JUGA...  Polres Sabang Ikut Sumbang Darah Pada Hari Armada RI Ke 60 Tahun 2019

Dari 37 negara, satu nama memecah keheningan saat pengumuman juara diumumkan; Letnan Dua Infanteri Andri Yanto, prajurit TNI AD dari Korem 011/Lilawangsa, Aceh.

Di tengah riuh tepuk tangan penonton, matanya berkaca. Ia bukan hanya menatap podium tertinggi, tetapi juga menatap jauh [ke tanah air yang diwakilinya, ke keluarganya yang menunggu di rumah, dan ke surga tempat putri kecilnya kini bersemayam].

BACA JUGA...  Prediksi Bhayangkara FC vs Persis Solo, Liga Indonesia 30 April 2024

“Alhamdulillah, target emas untuk Indonesia terwujud,” ujarnya lirih, menahan haru di bawah bendera merah putih yang perlahan dikibarkan di arena luar negeri.

  • Dari Barak ke Arena Dunia

Tak banyak yang tahu, perjuangan Andri bermula dari barak sederhana di Lhokseumawe. Di sela-sela tugas militer, ia memeras waktu dan tenaga untuk latihan fisik.