TAPAKTUAN (MA) – Kendati masa tugas Tgk. Amran, SH hanya tersisa 23 hari lagi dan dengan kata lain sudah di penghujung jalan, tetapi selaku Bupati Aceh Selatan masih sempat melakukan mutasi.
Sehingga boleh disebut, mutasi kali ini adalah mutasi pamungkas, kalau tidak ada lagi niat melakukan rotasi.
Kali inipun, disebut oleh sebagian kalangan ASN sebagai mutasi yang paling “diam” dikomentari kalangan birokrat.
Kenapa kurang respon dan kurang hangat terhadap mutasi ini, karena sedikitnya ada dua alasan.
Pertama, karena dinas yang diduduki, kurang strategis seperti Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan.
Kedua, karena sebagian pejabat yang dimutasikan rara-rata pejabat yang akan pensiun.
Dari suana hening tanpa heboh ini pula, muncul tanggapan dari sebagian ASN, bahwa mutasi terakhir ini kurang diminati juga lantaran, sisa Tgk. Amran ” berkuasa” tinggal 23 hari lagi.
Selebihnya, setelah tanggal 27 September 2023, kemudi Aceh Selatan akan dipegang oleh penjabat (Pj) bupati.
Bisa saja, Pj. akan “mengganti” pejabat tersebut secara sporadis, ibarat sekali banjir, sekali berubah pasir (pantai).
“Hal-hal di atas menjadi alasan mengapa mutasi adem ayem dan tidak disambut hiruk pikuk oleh kalangan ASN dan “pasar” (maksudnya publik-red).




