Ia menambahkan, meskipun pelaksanaan kegiatan dilakukan secara mandiri, seluruh rangkaian acara mampu berjalan tertib dan sukses. Hal tersebut dinilai menjadi bukti kuatnya kolaborasi antar sekolah dalam mendukung pengembangan bakat dan potensi siswa di Aceh Utara.
Keberhasilan pelaksanaan FLS3N Aceh Utara juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin. Ia menilai kekompakan para kepala sekolah dan semangat peserta didik menjadi modal penting dalam menyukseskan berbagai program pendidikan di Aceh.
Menurutnya, FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah strategis untuk membangun karakter, kreativitas, dan daya saing generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Semangat kebersamaan yang ditunjukkan sekolah-sekolah di Aceh Utara patut diapresiasi. Ini sejalan dengan cita-cita melahirkan generasi ‘Aneuk Meutuwah, Beu Carong, dan Meusyuhu’ yang unggul dalam prestasi dan karakter,” katanya.
Pelaksanaan FLS3N tahun ini juga dinilai menghadirkan nuansa berbeda. Di bawah kepemimpinan Muhammad Johan, berbagai inovasi mulai terlihat dalam tata pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengembangan potensi siswa. Sosoknya dikenal aktif membangun komunikasi dengan sekolah-sekolah serta mendorong lahirnya pendidikan yang lebih kreatif, bermartabat, dan kompetitif.




