“Dengan anggaran yang kecil, tapi dapat menurunkan stunting, menu-menu tidak perlu mahal tetapi menu harus benar-benar makanan yang bergizi,” kata Mahyuzar.
Inovasi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), lanjutnya, sangat penting dan perlu terus dipratekkan untuk menberi informasi kepada masyarakat. Sasarannya pun harus tepat, yaitu anak-anak yang beresiko stunting atau anak kurang gizi. “Agar dibuat kegiatan ini di seluruh kecamatan dan nantinya ke seluruh desa di Aceh Utara. Apalagi di setiap desa ada makanan khasnya,” tegasnya.
Penyuluhan menu sehat melalui kegiatan dapur Dashat itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan KB (DPMPPKB) Aceh Utara Fakhruradhi, SH, MH, para pejabat Muspika Kecamatan Syamtalira Bayu, Kepala Puskesmas Syamtalira Bayu, dan tokoh masyarakat setempat.
Kepala DPMPPKB Aceh Utara Fakhruradhi, SH, MH, mengatakan program Dashat khusus diluncurkan oleh BKKBN Pusat dalam rangka untuk mencegah dan mempercepat penurunan stunting di Indonesia.
Fakhruradhi menjelaskan kegiatan itu diisi dengan penyuluhan dan peragaan untuk memamerkan atau menyampaikan informasi kepada masyarakat terhadap bentuk dan cara pengolahan makanan yang sehat dan bergizi.




