Dampak dari pembangunan ekonomi yang di gelindingkan Pemerintah Aceh seperti membuang garam ke laut, ekonomi masyarakat kian terpuruk, angka kemiskinan masih menjadi punggawa di Aceh.
Itu sebabnya Aceh tetap menjadi provinsi termiskin se Sumatera. Tak ada pledoi pembangunan ekonomi rakyat di Aceh. Pemerintah Aceh dengan proyek mercusuarnya melenggok eksotik ditengah derasnya guliran kemiskinan.
Usman tak membantah bahwa Kemiskinan Aceh sangat terkait dengan pengelolaan keuangan. Di Aceh sering sekali terjadi silpa dan itu hampir setiap tahun.
Pemerintah Aceh, mempertontonkan tata kelola pemerintahan yang tidak sehat, silpa menjadi tolok ukur bobroknya kinerja para punggawa yang menggawangi Aceh.
Silpa adalah tajuk rapor merah ketidakmampuan Pemerintah Aceh; karena perencanaan yang salah tak mampu mengentaskan kemiskinan yang tak terencana.
“Ini bisa di usut, karena roda pemerintah Nova Iriansyah berjalan tidak sesuai dengan Qanun RPJM Aceh. Berdasarkan fakta tersebut, seharusnya DPRA harus mengajukan Mosi Tidak Percaya kepada Gubernur. Karena menjalankan roda pemerintah dari Aceh Hebat menjadi Aceh Bereh,” sindir Usman.
Triliunan proyek mercusuar dikumandangkan, adalah sikap pengejawantahan melupakan kemiskinan yang masih menjadi catatan hitam di Pemerintahan Aceh.




