Mencari Modal Buat Ke Malaya

Selasa, 2 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Haikal salah seroang penyedia jasa asongan di Lambaro, Aceh Besar. Penyedia jasa asongan kini mulai digalakkan oleh sejumlah masyarakat di kota kota besar mengingat pekerjaan tersebut, selain mudah dikerjakan dengan income yang menawan, juga salah satu pekerjaan dengan modal yang lumanyan kecil. Foto: Dahlan.

Haikal salah seroang penyedia jasa asongan di Lambaro, Aceh Besar. Penyedia jasa asongan kini mulai digalakkan oleh sejumlah masyarakat di kota kota besar mengingat pekerjaan tersebut, selain mudah dikerjakan dengan income yang menawan, juga salah satu pekerjaan dengan modal yang lumanyan kecil. Foto: Dahlan.

Jantho (ADC) Banyak putra-putri Aceh kini menggais rezeki di Malaysia alias malaya demi memperoleh duit yang sering diakui untuk mencari modal membuat usaha di negeri sendiri, ironisnya pria asal grong-grong pidie ini malah sebaliknya, mencari modal di kampung sendiri untuk mempersiapkan biaya untuk ke malaya.

Haikal (27) sejak beberapa bulan terakhir terus menggeluti profesi sebagai buruh asungan di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Bermodal satu unit lori yang dibeli seharga Rp 350.000, menjadi alat untuk dirinya mencari rezeki, dengan membantu bawa atau angkut barang belanjaan para pembeli dari titik pembelian ke kendaraan pribadi pembeli.

BACA JUGA...  Pon Yahya Dilantik jadi Ketua DPRA, Ini Kata Usman

Haikal harus menggeluti kerja jual jasa ini setiap hari, mulai pukul 04.00 hingga siang hari. Pendapatan yang diperoleh perhari rata rata Rp 75.000-150.000. Uang yang dihasilkan dari menjual jasa asongan itu, dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari di Lambaro, membiayai adik dan ibunya di Kampung dan menabung untuk modal rencana merantau ke Negeri jiran.

” Hasil yang saya peroleh disini, selebihnya dari membiayai keluarga, juga saya menabung untuk biaya mau ke malaysia,” kata Haikal.

Haikal menanam harapan besar melalui kerja menjual jasa asongan itu, dan diakuinya jauh lebih santai bekerja menjadi pengasung atau jasa asungan belanjaan pembeli itu dibandingkan bekerja bangunan (buruh kasar).

BACA JUGA...  FAKTA Ingatkan Nova Iriansyah Cs Jangan Cari Kesempatan Dalam Kesempitan

Namun, akhir-akhir ini jumlah pengasong terus bertambah, bahkan dominan pengasong yang bekerja di pasar Induk Lambaro berasal dari daerah setempat, sedangkan dari luar Aceh Besar dan Banda Aceh hanya sebahagian kecil.

” Memang kita belum memiliki komunitas asongan, namun satu salam lain tetap kenal dan saling berkompromi,” ujar Haikal.

Haikal adalah satu dari tiga warga Pidie yang bekerja menjual jasa asongan barang belanjaan itu, mereka merasa nyaman bekerja secara mandiri itu tanpa harus di komandoi oleh siapapun dan modal untuk menunjang kerja tersebut hanya satu unit grek arco, dan setiap harinya mendapat penghasilan dengan kerja keras.

BACA JUGA...  Kadis DPMG Aceh Sambangi "BUMG Mancang" Kecamatan Meurah Dua Pijay

“Memang jumlah pendapatan tidak seberapa, tapi cara kerjanya sangat santai dan tidak ada tekanan dari siapapun,” timpalnya lagi.

Amatan media ini, hampir seluruh lorong di Pasar induk Lambaro, Kabupaten Aceh Besar itu dipenuhi oleh buruh asongan yang mondar mandir sambil mendorong grek arco, kosong maupun bermuatan. Tingkat keakraban satu sama lain terlihat jelas saat mereka saling berhadapan, dalam menerima paket angkutannya juga tidak saling berebutan, meski terlihat sama sama menawarkan jasa angkutan asongan kepada setiap pembeli yang berbelanja di pasar Induk Lambaro itu. (Dahlan)

Berita Terkait

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP
Dinding Krueng Doy Ambruk, Jalan Warga Terancam Ikut Longsor
Tarmizi Age: Tol Subulussalam–Medan Harus Terintegrasi dengan Perencanaan Pusat
Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan
Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh
Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026
Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam
Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Memiliki Peran Strategis Perkuat UMKM
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:57 WIB

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Rabu, 9 September 2026 - 22:53 WIB

Dinding Krueng Doy Ambruk, Jalan Warga Terancam Ikut Longsor

Rabu, 9 September 2026 - 19:41 WIB

Tarmizi Age: Tol Subulussalam–Medan Harus Terintegrasi dengan Perencanaan Pusat

Sabtu, 5 September 2026 - 17:11 WIB

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Kamis, 3 September 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB