Laporan | Syawaluddin
IDI (MA) — Kehadiran perusahaan minyak raksasa PT Medco Eksplorasi dan Produksi (EP) di Kabupaten Aceh Timur, seharusnya memberikan dampak dan manfaat positif bagi masyarakat yang berada dilingkaran Ring Satu, perusahaan tambang minyak milik swasta tersebut.
Warga terdampak pada eksploitasi minyak mentah milik PT Medco, dilematis. Mereka termarginal oleh sistim dan keadaan.
Padahal, PT Medco menghasilkan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3), Hydrogen Sulfida (H2S) dan Polusi Bau. Menandakan PT Medco rentan pengolah dan penanganan limbah.
Perlu dipertanyakan, dari mulai Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL), Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga pengelolaan Unit Kelola Lingkungan (UKL) dan Unit Pemantauan Lingkungan (UPL).
Itu yang disampaikan, Usman Lamreung, Pemerhati Pemerintahan dan Lingkungan, aktifis Sosial yang juga civitas Akademisi. Pada mediaaceh.co.id, Selasa, 17 November 2020.
Kehadiran Perusahaan Medco di Aceh pastinya memberikan mamfaat yang besar pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, khususnya warga disekitar tambang.
Tentu Medco sudah punya standar dalam pengelolaan terhadap berbagai dampak, baik dampak lingkungan, sosial ekonomi, budaya dan sebagainya.



