Massa Aksi Tolak Tambang Tagih Janji Lembaga DPRK Aceh Tengah

Rabu, 11 September 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nur Anissa

Nur Anissa

Takengon (ADC)– Aksi unjuk rasa oleh Masyarakat Tolak Tambang Gayo di Gedung DPRK Aceh Tengah pada hari senin, tanggal 16 September mendatang di hadiri ratusan massa.

Dikatakan Nur Anissa, Korlap Aksi Tolak Tambang Gayo, massa tolak tambang emas di gunung Abong Linge oleh PT. Linge Mineral Resources akan di hadiri ratusan massa dari berbagai elemen sivil masyarakat.

Lanjutnya, aksi ini merupakan menagih janji tuntutan tolak tambang terhadap Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah pada hari Jum’at dua pekan yang lalu.

BACA JUGA...  Emas Freeport Punya Siapa?

Sesuai dengan kesepakatan antara pimpinan DPRK sementara dan massa aksi waktu itu, pada hari Senin 16 September, katanya, mereka akan datang kembali menyerbu gedung DPRK Aceh Tengah menagih janji tuntutan penolakan tambang di Linge oleh lembaga DPRK Aceh Tengah serta menyurati Gubernur Aceh untuk melanjutkan moratorium tambang.

“Kami akan aksi untuk menyuarakan penolakan tambang oleh PT.LMR di linge, supaya penolakan ini menjadi tugas mereka dan disampaikan kepada Gubernur Aceh untuk melanjutkan moratorium,” pungkas Nur Anissa.

BACA JUGA...  Warga di Aceh Selatan Tolak Tambang, Keuchik Alizar: Kami Berpihak Kepada Masyarakat 

Disamping itu dikatakan Anissa, sektor pertambangan resmi berskala besar terkena dampak serius terhadap kaum perempuan. Sumber daya alam yang biasanya di gunakan untuk kebutuhan hidup kami di rusak dan di abaikan oleh perusahaan.

Nissa menyoroti lemahnya pemenuhan hak kaum perempuan di wilayah tambang. Menurutnya, kaum perempuan lah yang paling banyak menerima dampak negatif dari eksploitasi tambang, baik dari sisi sosial dan ekonomi.

BACA JUGA...  WASI Siap Pecahkan Rekor Dunia Selam, Kapolri: Selamat Berjuang

“Kehadiran pertambangan besar mengancam kehidupan dan mata pencaharian penduduk setempat, seperti berkebun, bersawah, berternak dan kehilangan sumber daya hutan, seperti rotan, madu, bambu, rusa, menangkap ikan, kebutuhan air bersih yang selama ini menghidupi kami,” tutup Nissa. (ril)

Berita Terkait

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 
BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara
Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga
Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita
Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 
Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh
Sejumlah Gampong di Aceh Selatan Dilanda  Banjir
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:06 WIB

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB