example banner

oleh

Masih ada Kampung Terisolir di Aceh Tamiang?

example banner

example banner

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Kampung Baleng Karang, terletak di Kecamatan Sekrak, atau 40 kilometer arah Selatan ibukota Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kualasimpang.

Kampung penghasil perkebunan Kelapa Sawit dan Pertanian itu, berpenduduk 75 Kepala Keluarga atau 287 jiwa.

Income Perkapitanya, dihandalkan dari Perkebunan Kelapa Sawit dan Pertanian, khususnya padi.

Dibalik kesuburan tanahnya, Kampung Baleng Karang merupakan wilayah kampung terisolir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kampung itu juga, letaknya paling ujung di Bumi Muda Sedia—julukan Aceh Tamiang—yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Timur.

Keterisoliran Baleng Karang, karena akses ke Kampung itu belum ada, “Kalau kita ingin ke Ibukota Kabupaten, satu-satunya jalan, melalui penyeberangan menggunakan getek,” Kata Datok Penghulu—kepala desa—Kampung Baleng Karang, Jhoni Sardi pada mediaaceh.co.id. Senin, 23 November 2020.

Kampung Baleng Karang, sangat membutuhkan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, sebagai sarana penghubung, untuk memudahkan akses dari dan ke Kampung Baleng Karang.

“Kami kewalahan, jika ada warga yang sakit, butuh 3 jam untuk membawanya menuju Rumah Sakit Umum yang ada di Kabupaten,” jelas Jhoni.

Apalagi saat musim penghujam, bisa 6 jam, jarak tempuh dari Kampung Baleng Karang ke Kota Kualasimpang.

Kalau kondisinya sudah seperti ini, komoditi setempat—seperti kelapa sawit—tak bisa dibawa keluar untuk dijual, bahkan cenderung busuk.

“Saya sangat berharap adanya perhatian secara khusus dari Pemerintah Aceh Tamiang untuk mencari formula, membangun infrastruktur diwilayah kami,” kata Jhoni.

Kondisi Kampung Baleng Karang, memang sangat memprihatinkan, karena akses jalan dan jembatan menuju kampung tersebut tidak ada.

Harapan mereka, pemerintah mau membangun jalan dan jembatan disamping sebagai akses juga sebagai lintas budaya, antar kampung, antarkecamatan.

“Satu-satunya harapan kami ya jalan dan jembatan, sebagai akses utama menuju kampung kami, juga bisa mengurangi resiko kematian, jika masyarakat yang sakit,” pungkas Jhoni. (*)

 

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..