Marga Silima Bagian Masyarakat Gayo Lues

Minggu, 19 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, (MA) | Bupati Pemerintah Kabupaten Gayo Lues H Muhammad Amru, menegaskan bahwa; saudara bukanlah perantauan yang datang ketanah Gayo, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari keanekaragaman budaya ditanah leluhur Gayo.

Hal itu ditegaskan Amru dalam silaturrahmi dengan rumpun marga silima Karo Karo, Ginting, Tarigan, Sembring dan Perangin Angin (Silima).

Menurutnya, hal tersebut merupakan marga yang berasal dari suku Batak dan Karo yang sudah sejak lama bermukim di daerah Gayo. Dalam kesempatan tersebut mereka marga silima, menggelar acara silaturahmi untuk membentuk suatu wadah bagi saudara kita Marga Silima yang berdomisili di kabupaten Gayo Lues.

BACA JUGA...  Distribusi Pupuk Subsidi di Aceh Utara Berpotensi Besar Diselewengkan

Dalam acara yang digelar Sabtu,18/01/2020 dilapangan parkir Bale Musara Blangkejeren. Dilanjutkan, melalui momentum tersebut, Amru berharap Marga Silima dapat berkontribusi positif dalam mengatasi permasalahan sosial pembangunan di daerah Gayo Lues.

Sementara itu; Sekretaris Majelis Adat Aceh (MAA), Kasim Junaidi, menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh marga silima di Gayo Lues tersebut. “Ini merupakan kegiatan yang baik untuk menjalin silaturahmi bagi kita semua yang ada dalam ruang lingkup persatuan dan kesatuan marga silima,” katanya.

BACA JUGA...  Ketua PSI Dorong Ketum PA Ganti Ketua DPRA

Pucuk dicinta ulam pun tiba, gayung bersambut, kata ini yang tepat untuk kegiatan silaturahmi persadaan Marga Silima, karna sebelumnya memang sudah berencana mengumpulkan Rumpun Silima untuk bersilaturahmi sesama.

Tampak hadir dalam acara ini, Bupati Gayo Lues H. M. Amru. Dewan Pembina Persatuan Budaya Batak kabupaten Gayo Lues (PBB) Win Ansharullah Raja Guguk, sekretaris Majelis Adat Aceh ( MAA) Kasim Junaidi. (M Hasan).

BACA JUGA...  Ketika Pengawasan Dipersempit, Dugaan Fee Sekolah Mengemuka

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB